Rabu, 27 Februari 2019

Eksil di Arus Utama




Rasanya ingin teriak sekeras-kerasnya. Tapi, hey, kau tahu? Umurku sudah mau beranjak ke angka 35 pada tahun ini. Berteriak sekeras-kerasnya dan membanting benda-benda, seperti gitar misalnya, tampak seperti bocah ingusan yang terlalu banyak teracuni lagu Pearl Jam zaman album Versus. Terlihat tidak pantas. 
                

Minggu, 11 Maret 2018

Kenyataan yang Dibayangkan




Pak Jok pernah terlihat menggerutu. Sebagai orang yang mengelola sebuah negara, ia meyakini negara yang dikelolanya itu memiliki kekuatan yang tidak bisa diremehkan. Keyakinan itu sering ia ucapkan dengan menyodorkan berbagai data, mulai dari angka produk domestik bruto, pertumbuhan ekonomi per tahun, sampai rating dari lembaga pemeringkat internasional. Namun masalahnya, ia menganggap, selama ini bangsanya masih merasa hidup di negara kecil dan terbelakang. 

Kamis, 01 Maret 2018

Himne Untuk Kegelapan




Kosong. Kilasan cahaya melesat seperti tangkapan kamera dengan shutter speed yang rendah pada malam hari. Metal dan logam yang padat melumer dalam tangkapan lensa. Dan orang-orang pada malam hari, orang-orang yang bergegas di sepanjang trotoar, yang hendak menyeberang dengan cemas, yang menunggu di sebuah stasiun, yang tercenung dengan tatapan nanar, menjadi semakin buram.

Selasa, 31 Oktober 2017

Sudut Pandang




Setiap kali menyeberang Jalan Raya Soekarno-Hatta, Bandung, rasa-rasanya lebar jalan itu semakin sempit.  Berbeda ketika masih mengenakan seragam merah-putih dulu, pertengahan dekade 1990. Menyeberang jalan itu terasa menyeramkan. Laju kendaraan jarang ada yang pelan. Truk besar hilir-mudik dengan kecepatan yang tinggi dan menyeramkan bila membayangkan terlindas olehnya. Untuk bisa menyeberang jalan itu, dulu, selalu saja ada rasa deg-degan. Rasa-rasanya harus berlari jauh untuk bisa menyeberang sampai tujuan.