Jumat, 07 Juli 2017

Peralihan





Kabar kurang menyenangkan hadir sore itu lewat grup whatsapp, memberitahu tentang perusahaan media massa cetak lainnya yang kembali tutup. Tapi, penutupan kali ini cukup berbeda karena hanya menutup biro-biro di daerah saja. Sementara untuk kantor pusatnya di Jakarta tidak terkena penutupan. Kabar kali ini bukan seperti kabar-kabar sebelumnya bahwa sebuah perusahaan media bangkrut. Tetapi, lebih kepada efisiensi usaha. Efisiensi yang tidak mengenakkan bagi sebagian besar pekerjanya. 

Rabu, 05 Juli 2017

Robotika




Robotika berevolusi dengan sangat cepat dalam lima dekade terakhir. Perkembangan robotika yang pesat tentu akan bermanfaat bagi ilmu pengetahuan itu sendiri. Namun cepat atau lambat, otoritas masyarakat perlu merancang antisipasi salah satu dampak terburuknya bagi manusia, yakni kehilangan pekerjaan. Robotika—ketika sudah siap untuk diaplikasikan di tengah-tengah masyarakat--tidak hanya bersangkut paut dengan ilmu pengetahuan tok, namun juga akan membentuk iklim sosio-ekonomi masyarakat. Bahkan mengubahnya secara fundamental. 

Selasa, 13 Juni 2017

War and Peace: Asmara (1)





I
 
Membaca War and Peace karya Leo Tolstoy di satu sisi cukup membingungkan. Perlu ada gambaran mengenai dataran Rusia untuk mengimajinasikan medan pertempuran yang dipaparkan Leo Tolstoy. Manuver-manuver prajurit di bawah pimpinan Kutuzov dan Napoleon di Borodino, misalnya, akan cukup sulit dibayangkan. Gambaran seperti apa Rusia dan lebih spesifik, kawasan yang bernama Borodino, cukup sulit menumbuhkannya di dalam benak bagi seseorang yang seumur hidupnya tinggal di negara yang berjarak 6.963 kilometer dengan Rusia. 

Senin, 27 Maret 2017

Menabur Arang di Jalan Tanpa Nama (1)





Jalan di pinggir Masjid Istiqamah, Bandung, 2003 silam, akan menjadi saksi sekelompok pelajar SMA melakukan demonstrasi pertamanya. Puluhan pelajar saat itu turun ke jalan dalam sebuah barisan yang hanya ditandai oleh tali rapia.

Menabur Arang di Jalan Tanpa Nama (2)





Tulisan sebelumnya lihat di sini 
.
Tahun 1998 adalah tahun-tahun yang terasa campur aduk. Di satu sisi ada semangat dan optimisme ketika penguasa otoriter Soeharto menyatakan pengunduran dirinya setelah mengalami tekanan demonstrasi yang luar biasa. Elit-elit politik oposisi Soeharto ditayangkan sebuah stasiun televisi tengah berjingkrak-jingkrak dan saling memeluk ketika Soeharto membacakan surat pernyataan pengunduran diri. Ratusan mahasiswa yang menduduki gedung parlemen ditayangkan di semua saluran televisi.

Menabur Arang di Jalan Tanpa Nama (3-Selesai)




Tulisan sebelumnya lihat di sini.  

Musim berganti, tahun-tahun terlewati. Ragam dinamika kehidupan tak henti-hentinya bergejolak seiring usia para pelajar bertambah. Realita sehari-hari membenturkan segala idealisme, harapan, optimisme, cita-cita, yang sempat tertanam. Kenyataan sehari-hari telah menjadi guru terbaik bagi para pelajar itu.

Selasa, 21 Maret 2017

Menolak Bala



Frekuensi menulis blog sudah tidak sesering dulu. Sepertinya sudah menjadi permasalahan basi kenapa frekuensi menulis blog menurun drastis: persoalan mood. Meskipun, dalam beberapa bulan terakhir, banyak hal-hal yang menyita pikiran. Tapi, untuk menuangkannya ke dalam tulisan, aku merasa kepayahan untuk memulainya. Tidak tahu harus memulai dari mana.

Dari Hari yang Lampau