Minggu, 27 November 2011

Let Me In

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Horror
Setidaknya ada dua hikmah yang bisa dipetik dari film ini:

Pertama, bila dilingkungan kamu ada tetangga yang baru pindah, dan kebetulan si tetangga baru itu ternyata adalah cowok/cewek yang cantik atau ganteng, kamu jangan buru-buru bernapsu pengen kenalan atau nyantronin rumahnya. Setidaknya cek dulu latar belakangnya: siapakah gerangan? Sebelumnya tinggal dimanakah gerangan? Bagaimana silsilah keluarga besarnya? Apakah sang gerangan itu punya kasus atau engga sama aparat keamanan? Setelah kamu cek-ricek latarbelakangnya, dan ternyata latarbelakangnya itu bersih, maka kamu bolehlah menjalin hubungan dengan tetangga baru itu. Kalau tidak, lebih baik kamu menghindar dari si gerangan, atau kalau perlu, lapor aparat keamanan. Bilang ada yang mencurigakan dari si gerangan. Ini penting, karena siapa tau tetangga baru itu adalah seorang vampir penghisap darah yang tak pernah puas, danjuga sudah membunuh begitu banyak manusia, sehingga membuatnya harus sering pindah rumah agar tidak diketahui oleh aparat keamanan.

Kedua, jangan pernah menjalin hubungan asmara dengan vampir. Ini juga tak kalah penting. Ibaratnya, menjalin hubungan asmara dengan sesama manusia saja seringkali sudah menyita banyak hal, mulai dari waktu, tenaga, pikiran, mental, uang, dsb, dsb. Begitu banyak yang harus disita dari hubungan asmara sesama spesies. Nah, apalagi kalau menjalin hubungan asmara dengan vampir. Tidak saja waktu, tenaga, pikiran, mental, uang, dan sebagainya yang tersita, tapi juga nyawa, dan darah kamu sendiri yang bisa ilang gara-gara alasan ‘for the love of…’ yang absurd itu. Udahlah. Pasangan yang terbaik bagi kita memang berasal dari spesies sendiri. Biarpun vampir bisa hidup selamanya (bayangin kalau vampir itu adalah cewek berumur 19 yang masih perawan, itu artinya seumur hidup dia bakal terus perawan dan berumur 19. hihihi), dan juga bisa terbang, tapi vampir ga bisa keluar siang hari, dan vampir hanya senang darah sebagai sumber makanan dan minumannya. Itu artinya, kamu ga bisa pacaran siang hari sambil nyobain makanan dan minuman terenak yang ada di kota kamu. Kamu pengen kencan sambil makan cuanki, tapi pacar kamu yang vampir itu cuman pengen darah manusia. Kamu pengen kencan sambil minum bandrek, tapi pacar kamu yang vampir itu cuman pengen darah manusia. Ah, ribet.

Tapi…kalau kamu memang sudah terlanjur menjalin hubungan asmara sama vampir, mungkin kamu bisa nonton film ini. Lumayan buat sesi grup terapi ala alkohol anonymous itu. Semacam bercerminlah dari film.

Let Me In ini bercerita tentang seorang bocah penyendiri bernama Owen yang selalu di bully sama teman-teman di sekolahnya. Suatu hari, Owen tiba-tiba kedatangan tetangga baru. Nah, tetangga barunya ini ada dua orang. Yang satu adalah laki-laki tua, yang satunya lagi perempuan yang seumuran dengan Owen. Perempuan ini ternyata cantik gitu. Nah, lama-kelamaan si Owen mulai akrab sama si perempuan bernama Abby ini. Hubungan yang akrab itu teruslah berlanjut ke hubungan yang lebih ‘emo’ a.k.a. emosional, nyerempet-nyerempet asmara, hingga akhirnya berpacaranlah mereka berdua ini.

Tetapi, oh, tetapi, ternyata ada ternyatanya…setelah menjalin hubungan asmara dengan Abby, Owen ternyata menemukan rahasia yang amit-amit dari diri Abby, yaitu si Abby ini ternyata vampir dan pelaku dari serentetan pembunuhan sadis yang terjadi di kota Owen. Dari situlah muncul semacam pertentangan batin dalam diri Owen. Pertentangan batin ala coretan di bak truk pasir itu: pulang malu tak pulang rindu. Seperti itu lah. Owen jadi bingung dan perasaannya campur aduk: antara benci tapi sayang, takut tapi kasihan, pengen diputusin tapi terlanjur sayang, dsb, dsb.

Di sisi lain, keberadaan Abby ini perlahan-lahan terendus oleh seorang detektif (ini tokoh favorit saya) yang amat yakin, bahwa serentetan pembunuhan di Los Alamos, New Mexico, itu adalah ulahnya sekelompok satanists kvlt a.k.a. pemuja setan.

Ini film kalau kata saya unik sih, dan cukup keren. Isi ceritanya yang bikin unik, nyampurin antara drama, thriller, gore, dan horor. Bisa dibilang eklektiklah. Tapi di sisi lain, film ini juga ga ngilangin elemen-elemen tradisional vampir: seperti ga bisa keluar siang, atau kalau mau masuk ke rumah orang harus diundang dulu baru dia bisa masuk (ini yang jarang dimasukin ke film-film vampir).

Cukup kerenlah.

8 komentar:

Yas Dong mengatakan...

Jangan berenang selagi ada vampir. Bisi dicacah

shintaro - mengatakan...

pengin liat. let me in, let me in your heaaart. *ziiing*

abo si eta tea mengatakan...

apalagi berenang sehabis magrib sambil nyitakin adek kelas...

abo si eta tea mengatakan...

hmm, suka bandrek atau cuanki? asalnya dari mana?

shintaro - mengatakan...

wedang ronde.

mohammad baghendra lodra mengatakan...

haha, keren kang...
satu lagi: apakah si gerangan kamu itu suka bertelanjang kaki?
klo iya, janganlah didekati karena bisa jadi dia vampir dan miskin...

abo si eta tea mengatakan...

bisa bisa :)

Yas Dong mengatakan...

chi kung atau cu pe tong nih? :))