Sering aku merasa heran
dengan diri sendiri bisa merasakan kuliah pascasarjana. Apalagi merasakannya
dengan uang sendiri, uang yang kukumpulkan dari hasil bekerja selama 8 tahun
terakhir. Semua orang di negeri ini tahu, pendidikan adalah hal yang mewah,
terutama pendidikan tinggi pascasarjana. Menjadi mewah karena biayanya yang memang
tidak murah. Tapi, disinilah ternyata kita. Aku sendiri sering merasa tidak
percaya.
Jumat, 27 Maret 2020
Sabtu, 08 Februari 2020
Aurora Journalismo
Lapangan jurnalistik
tengah berubah kini. Berubah menjadi sesuatu yang belum diketahui benar. Tapi,
satu yang pasti, tuntutan bisnis yang melingkupi perkembangan teknologi digital
menjadi pendorong kuat perubahan itu. Kajian Ross Tapsell, dalam Media Power in Indonesia, menunjukkan adanya perubahan konfigurasi
perusahaan media arus utama ke arah oligarki dan kaitan para elitnya dalam
relasi-relasi politik, seiring teknologi digital diadopsi dalam industri media.
Arah yang mengkhawatirkan bila mengingat media massa selama ini dipandang
sebagai sarana yang efektif menyebarluaskan pesan simbolik yang dapat
mempengaruhi khalayak.
Kamis, 16 Januari 2020
Sirkus Politik
Sirkus politik pemerintahan
akhir-akhir ini sungguh luar biasa bikin migren. Mulai dari koalisi partai
politik, bergabungnya gerbong Om Prabs, komposisi kabinet Om Joks sampai arah
kebijakannya. Melihat semua dinamika itu, mulai dari penentuan koalisi sampai
arah kebijakan, bagiku terasa cukup turun naik. Tapi, tetap saja ada benang
merahnya: seakan-akan semuanya itu menjauh dari perspektif kerakyatan.
Rabu, 17 Juli 2019
Semua Orang Berbohong
Davidowitz
melihat fakta bahwa penetrasi internet ke dalam kehidupan bisnis dan sosial
memunculkan kemungkinan baru dalam mengamati perilaku manusia. Kesan yang
muncul dari tulisannya mengenai perilaku manusia sebelum era internet adalah
bahwa manusia itu sumber segala bias. Manusia cenderung berbohong kepada orang
lain, bahkan kepada dirinya sendiri.
Minggu, 30 Juni 2019
Politik Jatah Preman
Bila disebut “mind blowing”,
mungkin buku Politik Jatah Preman karya Ian Douglas Wilson bisa dibilang
demikian. Tulisannya mengenai dinamika jejaring preman di perkotaan, khususnya
Jakarta, sangat membuka pandangan tentang seluk-beluk kehidupan kota di level
yang sangat bawah. Aku tekankan sekali lagi, kota di level yang sangat bawah. Buatku, penelitian sosial yang
benar-benar meneropong dinamika kuasa dari aras “rakyat kebanyakan” di
Indonesia sangatlah jarang.
Langganan:
Postingan (Atom)